testimonial

UBIQU menghemat anggaran Internet di PemKab Maluku Barat Daya

UBIQU menghemat anggaran Internet di PemKab Maluku Barat Daya

“Dengan UBIQU kami bisa menghemat anggaran internet. Sebelumnya dana belas juta rupiah kami bayarkan setiap bulan, namun dengan UBIQU kami cukup anggarkan 4-5 juta perbulan.”

Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan satu dari 11 Kabupaten /Kota di Propinsi Maluku yang mengunakan UBIQU sejak bulan Desember 2017.

Sebagai Kabupaten Perbatasan yang dibentuk tahun 2006,tentu diperhadapkan dengan minimnya prasarana telekomunikasi khususnya akses internet untuk kebutuhan administrasi perkantora maupun pelayanan public lainnya.

“Sebelumnya kami gunakan VSAT dari sejumlah ISP denga harga bulanan yang cukup mahal.” kata Kadis Ketahanan Pangan Thos Aktawalora .

Nada yang sama juga disampaikan sejumlah Kepala Dinas kepada Pak Ulis Kelbulan saat berkunjung ke Tiakur (ibukota Kab MBD) pertengahan Nopember 2017.

Awal Desember 2017, UBIQU hadir di Maluku Barat Daya (MBD) dan digunakan para pimpinan daerah serta sejumlah Dinas/Badan.

Sebagai Agen UBIQU Pak Ulis dan tim mulai menginstall 6 perangkat di Kantor Bupati MBD yakni di ruang kerja Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Asisten, Staf Ahli , Bagian Umum ,termasuk Kantor DPRD MBD.

Selain di Kantor Bupati , tim juga melakukan instalasi UBIQU pada rumah dinas para pejabat seperti Kediaman Bupati,Wakil Bupati, Sekda dan Ketua DPRD, ,serta beberapa kantor dinas di lingkup Pemda MBD.

“Dengan UBIQU kami bisa menghemat anggaran internet. Sebelumnya dana belas juta rupiah kami bayarkan setiap bulan, namun dengan UBIQU kami cukup anggarkan 4-5 juta perbulan.” Ujar Pak Wem Mahury Kepala Kantor BALITBANGDA Kab MBD.

Hingga awal Maret 2018 sudah ada 18 Kantor Pemda di MBD yang gunakan produk UBIQU. Angka tersebut diproyeksikan akan bertambah seiring permintaan sejumlah Kantor Dinas/Badan pada tahun 2018.

Ulis

Posted by ubiqu in Teman UBIQU
UBIQU Membuka Keterisolasian Daerah

UBIQU Membuka Keterisolasian Daerah

“Jujur desa kami itu terisolir, karena tidak ada PLN, bahkan untuk telpon saja kami harus ke desa tetangga dengan motor laut berjam-jam.”

Kesenjangan digital merupakan salah satu potret nyata pada sejumlah daerah perbatasan di Maluku, khususnya Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Aru.

Geografis wilayah kepulauan ditambah penyabaran penduduk yang tidak merata pada setiap pulau, menjadi kendala tersendiri bahkan terkesan ”terisolir”.

Sarana transportasi yang diandalkan hanyalah kapal laut ataupun perahu dengan motor tempel yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan jiwa bila dihadapkan dengan kondisi laut yang tidak menentu.

“Jujur desa kami itu terisolir, karena tidak ada PLN, bahkan untuk telpon saja kami harus ke desa tetangga dengan motor laut berjam-jam.” ujar Kepala Desa Ilih, Kecamatan Damer, Kab.MBD,  Bpk Dolfianus Serusiay kepada Agen UBIQU melalui saluran telepon saat beliau berada di Ambon.

Sebagai Kepala Desa tidak ada pilihan lain, Ia langsung meminta agar di desa yang berpenduduk sekitar 600 jiwa itu, dipasang Perangkat SINYALKU agar
masyarakat desa dapat berkomunikasi sekaligus dapat menggunakan internet.

Awal Februari 2018 tim Ubiqu dengan kapal laut menuju Kecamatan Damer, selanjutnya dengan motor temple menuju Desa Ilih untuk proses instalasi SINYALKU.

Kini masyarakat Desa Ilih sudah bisa berkomunikasi dengan saudaranya ditempat lain, bahkan sudah bisa menggunakan internet sepuasnya di desa terpencil itu.

Cerita yang sama juga disampaikan Lurah Tiakur Kabupaten MBD, Bpk Marten Davids. Sejak menggunakan UBIQU akhir Desember 2017 sangat membantu sistem kerja di kelurahan Tiakur. Sang Lurah juga ikut mempromosikan UBIQU kepada para kepala Desa lainnya.

Ulis

Posted by ubiqu in Teman UBIQU