nsatu

UBIQU Hadirkan Akses Internet Di Puskesmas Kep. Tanimbar

Kabupaten Kepulauan Tanimbar atau dahulu di sebut Maluku Tenggara Barat merupakan salah satu daerah terluar dari NKRI. Kabupaten ini merupakan kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2002.

Saat ini Kabupaten Kepulauan Tanimbar telah memiliki 12 Puskesmas dan 2 Rumah Sakit Negeri serta Swasta. Dengan kota Saumlaki sebagai ibu kota kabupatennya.

Saumlaki sendiri merupakan nama kelurahan yang berada Pulau Yamdena di Kecamatan Tanimbar Selatan.

Tim UBIQU mengunjugi salah satu Puskesmas terbesar di Saumlaki yang telah memasang layanan internet UBIQU yang digunakan untuk operasional Puskesmas sehari-hari.

Kami bertemu dengan Ibu Velomina selaku Kepala Puskesmas Saumlaki.  Beliau berbagi cerita tentang Puskesmas Saumlaki yang telah memiliki pelayanan rawat jalan, poli umum yang dapat melayani untuk berbagai penyakit, poli gigi, laboratorium, MTBS, kesehatan ibu dan anak, serta terdapat juga layanan rawat inap untuk pasien yang perlu rawat inap. Dalam sehari Puskesmas ini mampu melayani pasien rawat jalan hingga sebanyak 60 – 70 pasien per hari.

UBIQU yang sudah terpasang di Puskesmas Saumlaki ini memiliki manfaat yang begitu besar karena dapat mempermudah pengiriman laporan ke pusat setiap hari nya dan tidak tertunda.

Untuk layanan BPJS Kesehatan di Puskesmas ini juga menjadi lebih mudah semenjak hadirnya akses internet dari UBIQU. Karena sistem BPJS Kesehatan dapat langsung online dengan pusat.

Sebelum ada layanan internet sateit UBIQU, pelaporan online data BPJS dilakukan dengan menggunakan handphone staf Puskesmas dan harus mencari sinyal dahulu, kenang Ibu Velomina.

Ibu Velomina berharap, dengan adanya layanan internet UBIQU di Puskesmasnya,  dapat memberikan pelayanan masyarakat untuk kesehatan dengan lebih baik.

Posted by ubiqu marcomm in Teman UBIQU
UBIQU siap melayani akses Internet di Nusa Tenggara Timur

UBIQU siap melayani akses Internet di Nusa Tenggara Timur

 

Pada Agustus lalu, tim UBIQU melakukan roadshow mengikuti event Pameran Inovasi Desa di Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pameran ini berlangsung dari tanggal 21 – 23 Agustus 2019, menampilkan inovasi-inovasi yang telah dan akan dilakukan di desa sebagai salah satu gagasan menuju Indonesia unggul.

pemandangan NTT

Berbicara tentang Nusa Tenggara Timur pasti terbayang dengan keindahan Taman Nasional Komodo dan Danau Kelimutu. Tapi harus diketahui bahwa di propinsi ini juga memiliki hasil bumi dan hasil kerajinan tangan yang begitu berpotensi untuk mendukung ekonomi daerah seperti hasil perkebunan jagung serta kain tenun home made.

Kehadiran UBIQU di event tersebut sangat diterima baik oleh masyarakat yang hadir, karena UBIQU memberikan solusi untuk akses internet yang menjangkau daerah yang belum tersentuh akses komunikasi maupun internet.

Peminat UBIQU sendiri banyak berasal dari Kantor Desa, Puskesmas dan Perusahaan yang berada di wilayah yang belum terjangkau sinyal, mereka yakin dengan menggunakan UBIQU dapat memberikan layanan akses internet, yang nantinya akan mempermudah banyak pekerjaan serta dapat memajukan desa-desa di NTT.

Bupati Sikka di stand UBIQU

Fransiskus Roberto Diogo, Bupati Sikka berencana untuk menghubungkan setiap desa di wilayahnya dengan internet agar lebih mudah dalam koordinasi, serta memasarkan potensi atau keunggulan masing-masing desa seperti hasil padi, ikan serta kain tenun.

Beliau yakin dengan adanya akses internet yang dapat melayani desa-desa di NTT maka akan mendukung maju kembangnya propinsi NTT.

Rencana tersebut disampaikan kepada Rizal selaku Account Manager PT Pasifik Satelit Nusantara. UBIQU siap dukung Sikka & daerah lainnya di Indonesia untuk maju lebih unggul dengan akses internet.

 

 

Posted by ubiqu marcomm in Blog
Perjuangan Teknisi UBIQU Menuju Lokasi Pemasangan Ubiqu

Perjuangan Teknisi UBIQU Menuju Lokasi Pemasangan Ubiqu

Pemasangan UBIQU di daerah terpencil selalu saja penuh perjuangan namun tidak menyurutkan teknisi UBIQU kami untuk melakukan instalasi agar Indonesia Merdeka Sinyal  dan terbebas dari sulitnya akses komunikasi internet.

Berikut ini adalah salah satu cerita dari teknisi UBIQU, mengenai pengalamannya menuju lokasi pemasangan perangkat UBIQU di daerah pedalaman Papua.

Bapak Mhieng, adalah salah satu teknisi  kami yang berada di Jayapura dan bertanggung jawab untuk memasangkan perangkat UBIQU di tempat pelanggan, pertengahan April 2017 lalu Pak Mhieng mendapatkan tugas untuk memasangkan UBIQU di perusahaan yang berada di Kabupaten Sarmi, Papua.

Perjalanan dimulai dari kota Abepura, melalui jalan darat menuju kabupaten Sarmi yang berjarak lebih dari 150 KM menggunakan kendaraaan 4×4.

Cuaca saat itu sedang dalam musim penghujan, sehingga kondisi jalan yang belum di aspal yang berupa tanah pun menjadi begitu berlumpur.  Dan karena kondisi tersebut perjalanan Pak Mhieng dan tim pun mengalami kendala.

Dikondisi jalan tanah yang berlumpur saat musim penghujan, mobil yang Pak Mhieng dan Tim tumpangi terpeleset hingga luar jalur. Dan dengan segala upaya mereka berusaha mengembalikan mobil ke jalur dengan alat dan tenaga seadanya. Hingga langit mulai menggelap akhirnya dengan usaha bersama, mobil dapat kembali ke jalur.

ubiqu di sarmi, papua

Karena kondisi jalan yang berlumpur dan licin serta hari yang sudah malam, mengharuskan Pak Mhieng dan Tim balik arah ke daerah Logpon.

Karena tidak dapat melanjutkan perjalanan maka Pak Mhieng dan Tim menginap di Logpon, saat menginap Pak Mhieng mengisi waktunya dengan berjalan-jalan ke Camp KM 50 sambil mempromosikan produk UBIQU ke penduduk setempat.

Keesokan paginya, Pak Mhieng dan Tim melanjutkan kembali perjalanan hingga sampai di tujuan di daerah Kabupaten Sarmi, Papua dan mulai melakukan instalasi UBIQU di sana.

Menurut beliau pemasangan UBIQU selalu saja penuh perjuangan, namun tidak menjadikan alasan untuk berhenti, karena itu dilakukan Pak Mhieng untuk Indonesia Merdeka Sinyal  dan terbebas dari sulitnya akses komunikasi internet.

 

Posted by ubiqu marcomm in Teman UBIQU
Satelit Nusantara Satu milik PSN Sukses Meluncur ke Angkasa

Satelit Nusantara Satu milik PSN Sukses Meluncur ke Angkasa

JAKARTA, 22 Februari 2019 – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan telekomunikasi berbasis satelit swasta pertama di Indonesia, sukses meluncurkan Satelit Nusantara Satu ke orbitnya. Satelit broadband pertama di Indonesia dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS) ini lepas landas dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat menggunakan roket Falcon 9 dari Space-X menuju slot orbit 146° BT tepat di atas Papua, Indonesia.

Peluncuran Satelit Nusantara Satu disaksikan oleh Direktur Jenderal SDPPI (Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika), perwakilan Kedutaan Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, dan seluruh pemangku kepentingan PSN yang hadir di Cape Canaveral.

“Kami bersyukur dan bangga pada hari ini, Kamis, 21 Februari 2019, pukul 20.45 waktu setempat atau Jumat, 22 Februari 2019, sekitar pukul 08.45WIB, Satelit Nusantara Satu telah berhasil meluncur dari Cape Canaveral Florida, Amerika Serikat. Kehadiran Satelit Nusantara Satu merupakan pencapaian besar PSN untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kancah dunia digital. Ini sesuai dengan tagline-nya yakni Nusantara Satu, Satukan Indonesia,” ujar Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso usai peluncuran Satelit Nusantara Satu di Cape Canaveral Florida, Amerika Serikat, Kamis (21/2) malam.

Satelit Broadband Indonesia Pertama

Adi mengatakan, meluncurnya Satelit Nusantara Satu akan menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia, khususnya di industri telekomunikasi. Ini merupakan kali pertama Indonesia memiliki satelit broadband berteknologi High Throughput Satellite (HTS) yang dapat memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas lebih besar sampai dengan 15 Gbps atau sekitar tiga kali lipat kapasitas satelit konvensional.

Selain itu, teknologi Next Generation Electric Propulsion yang disematkan pada Nusantara Satu mampu membuat berat satelit menjadi sangat ringan dan menjadikan biaya investasi lebih terjangkau.“Nusantara Satudirancang sangat efisien untuk menekan biaya angkut kargo Space-X. Satelit ini hanya berbobot empat ton, sementara kapasitas kargo Space-X adalah tujuh ton. Jadi biaya angkutnya bisa lebih murah tapi dengan kemampuan lebih baik dari satelit konvesional,” lanjut Adi.

Secara teknis, Pemimpin Proyek Nusantara Satu sekaligus menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan PSN, Dani Indra Widjanarkomemaparkan, setelah berhasil meluncur, PSN terus melakukan pemantauan terhadap satelit Nusantara Satu hingga akhirnya benar-benar berhasil menempati slot orbitnyadan beroperasi sebagaimana mestinya.

“Kami memperkirakan butuh sekitar 2 minggu dari waktu peluncuran untuk mengetahui apakah Satelit Nusantara Satu benar-benar mencapai slot orbit yang ditentukan. Setelah berhasil mencapai orbitnya, terlebih dahulu akan dilakukan serangkaian uji coba untuk memastikan Nusantara Satu dapat berfungsi dengan baik. Kemudian, baru satelit dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan internet nasional,” kata Dani.

Dani menjelaskan, Satelit Nusantara Satu Memiliki kapasitas 26 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band serta 8 spot beam Ku-band dengan total kapasitas bandwidth mencapai 15 Gbps.Cakupan C-band dan Extended C-band satelit tersebut meliputi wilayah Asia Tenggara, sementara untuk Ku-Band meliputi seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 8 Spot Beam pada sistem HTS.

Selain itu, satelit yang diproduksi oleh Space System Loral (SSL) ini menggunakan platform SSL-1300-140 yang sanggup mengorbit selama lebih dari 15 tahun. Satelit ini memiliki berat ketika peluncuran mencapai 4.100 kilogram.

Adi Rahman Adiwoso menambahkan bahwa kebutuhan internet sangat tinggi untuk masa depan. Diperkiraan, terdapat 25 ribu desa dan 25 juta orang yang belumterlayanikoneksi internet broadband. Beroperasinya Nusantara Satu dinilai akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di berbagai pelosok daerah dengan mendapatkan akses teknologi informasi. Sehingga dengan kualitas dan jangkauannya ke seluruh wilayah Indonesia Nusantara Satu dapat mendukung percepatan ekonomi di daerah.

Penggunaan Satelit

Setelah mengorbit, menurut Heru Dwikartono, Direktur Jaringan PSN, Satelit Nusantara Satu akan digunakan untuk keperluan Pemerintah yang akan menyebarluaskan internet ke berbagai desa di Indonesia. Selain itu, satelit tersebut juga digunakan untuk memperkuat layanan ritel PSN melalui produk Ubiqu dan Sinyalku. Heru menjelaskan, Ubiqu merupakan produk utama PSN untuk melayani kebutuhan internet di Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan seluruh masyarakat.

“Kami memiliki Ubiqu dan Sinyalku dengan cakupan mulai dari ujung barat Sumatera hingga ujung timur Papua, dari ujung utara Sulawesi hingga ujung selatan Nusa Tenggara. Karena Ubiqu menggunakan satelit, jadi dapat dipasang di mana saja di seluruh Indonesia, baik di kota, di desa, daerah pegunungan, kepulauan, bahkan dapat melayani hingga ke daerah pelosok atau remote area,” jelasnya.

“Saat ini sudah sekitar tiga ribuan desa kami koneksikan,sampai akhir tahun ini kami harapkan ada sepuluh ribu desa.dan diperkirakan dua puluh lima ribu desa akan sudah terkoneksikan sekitar tahun 2020-2021” tutup Heru.

Posted by ubiqu in Berita