ubiqu membuka keterisolasian daerah

UBIQU Membuka Keterisolasian Daerah

“Jujur desa kami itu terisolir, karena tidak ada PLN, bahkan untuk telpon saja kami harus ke desa tetangga dengan motor laut berjam-jam.”

Kesenjangan digital merupakan salah satu potret nyata pada sejumlah daerah perbatasan di Maluku, khususnya Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Aru.

Geografis wilayah kepulauan ditambah penyabaran penduduk yang tidak merata pada setiap pulau, menjadi kendala tersendiri bahkan terkesan ”terisolir”.

Sarana transportasi yang diandalkan hanyalah kapal laut ataupun perahu dengan motor tempel yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan jiwa bila dihadapkan dengan kondisi laut yang tidak menentu.

“Jujur desa kami itu terisolir, karena tidak ada PLN, bahkan untuk telpon saja kami harus ke desa tetangga dengan motor laut berjam-jam.” ujar Kepala Desa Ilih, Kecamatan Damer, Kab.MBD,  Bpk Dolfianus Serusiay kepada Agen UBIQU melalui saluran telepon saat beliau berada di Ambon.

Sebagai Kepala Desa tidak ada pilihan lain, Ia langsung meminta agar di desa yang berpenduduk sekitar 600 jiwa itu, dipasang Perangkat SINYALKU agar
masyarakat desa dapat berkomunikasi sekaligus dapat menggunakan internet.

Awal Februari 2018 tim Ubiqu dengan kapal laut menuju Kecamatan Damer, selanjutnya dengan motor temple menuju Desa Ilih untuk proses instalasi SINYALKU.

Kini masyarakat Desa Ilih sudah bisa berkomunikasi dengan saudaranya ditempat lain, bahkan sudah bisa menggunakan internet sepuasnya di desa terpencil itu.

Cerita yang sama juga disampaikan Lurah Tiakur Kabupaten MBD, Bpk Marten Davids. Sejak menggunakan UBIQU akhir Desember 2017 sangat membantu sistem kerja di kelurahan Tiakur. Sang Lurah juga ikut mempromosikan UBIQU kepada para kepala Desa lainnya.

Ulis