Berita

UBIQU digunakan dalam pemulihan akses telekomunikasi pada gempa Lombok

UBIQU digunakan dalam pemulihan akses telekomunikasi pada gempa Lombok

Pada bencana Lombok yang terjadi bulan lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) melalui Badan Aksesibilitas Teknologi Informasi (BAKTI) mengerahkan akses layanan internet dalam mendukung akses telekomunikasi yang mengalami kendala di wilayah gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Salah satu bentuk dukungan Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dalam hal ini adalah dengan mengerahkan 8 unit layanan Internet Satelit VSAT Ku-band UBIQU di berbagai daerah yang terkena dampak gempa.

VSAT UBIQU ditempatkan tersebar dibeberapa lokasi Posko Desa Bayan, Posko Sambik Elen, Posko BNPB Kantor Bupati Lombok, Posko Dusun Darul Mujahidin – Desa Genggalang, Posko ESDM Siaga Bencana, Posko Bhayangkara Pemenang – Lombok Utara, Posko Induk Desa Kekkait – Lombok Barat dan Posko Sankareang Kantor Gubernur.

Layanan akses internet VSAT UBIQU ini juga digunakan bersama dengan Yayasan Air Putih untuk tanggap bencana di daerah Lombok Utara untuk mendukung koordinasi penanganan bencana dan untuk memudahkan komunikasi serta update informasi di daerah terdampak.

Foto sumber: Kominfo, AirPutih.org

Posted by ubiqu in Berita
Ubiqu memberikan akses Internet untuk Kawasan Ekowisata Desa Waerebo

Ubiqu memberikan akses Internet untuk Kawasan Ekowisata Desa Waerebo

Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana Kemendes PDTT bekerja sama dengan PT Pasifik Satelit Nusantara melalui Pilot Project jaringan internet VSAT Ubiqu (CSR) di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.  Kerja sama tersebut dilakukan di kawasan Ekowisata Waerebo yang berada di ketinggian 12 ribu mdpl.

Kawasan itu merupakan area blankspot sehingga masyarakat sangat kesulitan dalam berkomunikasi jarak jauh dan tidak bisa mengakses internet untuk menambah informasi di dunia luar. Awalnya, untuk mendapatkan sinyal, masyarakat sekitar harus berjalan kaki turun gunung selama dua jam dan menempuh perjalanan darat kurang lebih satu jam dengan menggunakan motor atau mobil. 

Dengan kondisi tersebut, Tim Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana bersama PT PSN dan Dinas Kominfo setempat, baru-baru ini langsung menuju lokasi dengan melewati medan yang berat dan melelahkan untuk bisa tiba di lokasi. Tim tersebut melakukan pemasangan jaringan internet VSAT di Kawasan Ekowisata Waerebo. Pekerjaan tersebut dilakukan dengan susah payah dan sangat hati-hati untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Setelah beberapa saat berjalan, pemasangan jaringan internet VSAT berhasil dilakukan. Tim Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana, PT PSN, dan Dinas Kominfo merasa senang karena masyarakat akhirnya bisa menikmati akses internet.

Dengan adanya internet diharapkan kawasan ekowisata Waerebo ini dapat meningkatkan potensi wisata dan produk unggulan daerah tertinggal dan bisa lebih optimal dalam melakukan promosinya. Sehingga akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.

Direktur Peningkatan Sarana dan Prasarana Agus Kuncoro, saat dimintai keterangan menyatakan puas dan bangga dengan tembusnya aksesibilitas di bidang informasi dan telekomunikasi masyarakat di daerah tertinggal. Dengan adanya jaringan internet, lanjut dia, akan memudahkan dalam mempromosikan pariwisata dan produk unggulan lainnya di sana.

Hal tersebut sejalan dengan upaya Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo yang saat ini sangat fokus mengembangkan e-commerce di daerah tertinggal untuk mempercepat pembangunan daerah tertinggal. Untuk keperluan e-commerce membutuhkan jaringan internet. Pihaknya merespons itu dengan mempersiapkan sarana dan prasarananya melalui CSR dengan PT PSN.

“Semoga sarana dan prasarana yang telah dibangun dapat dipelihara dengan baik. Pemerintah daerah juga bisa berperan aktif dalam memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sumber:
Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana Kemendes PDTT 

Posted by ubiqu in Berita
PSN membangun satelit baru untuk menjadi perusahaan penyedia layanan broadband terbesar di Indonesia

PSN membangun satelit baru untuk menjadi perusahaan penyedia layanan broadband terbesar di Indonesia

JAKARTA, 5 Desember 2017 – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan swasta pertama di sektor jasa telekomunikasi dan informasi berbasis satelit di Indonesia, kembali melakukan aksi korporasi dengan membangun satelit baru yang akan dinamai PSN VI. Satelit baru ini akan di operasikan dan dikelola oleh anak usaha PSN, yaitu PT PSN Enam Indonesia dan didukung oleh pembiayaan dari Export Development Canada (EDC), lembaga kredit ekspor Kanada. Satelit PSN VI  dibangun oleh Space System/Loral, perusahaan pembuat satelit terkemuka dari Amerika Serikat dan ditargetkan mengorbit pada akhir tahun 2018 pada slot orbit 1460BT yang dikelola oleh PSN.

Acara penandatanganan kerjasama pembiayaan antara PT PSN Enam Indonesia dengan EDC dilakukan hari ini di Hotel Grand Hyatt, Jakarta oleh Nedy Zachry, Direktur PT PSN Enam Indonesia dengan Tushar Handiekar, Director, Infrastructure & Industrials, Structured & Project Finance Export Development Canada (EDC) yang disaksikan oleh Adi Rahman Adiwoso, CEO PT. Pasifik Satelit Nusantara. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, jajaran Direksi PSN dan anak usaha, serta manajemen dari EDC, Kanada. Perjanjian pembiayaan dengan EDC ditandatangani pada tanggal 25 Oktober 2017 di Jakarta dan Ottawa, Kanada.

Chief Executive Officer PSN Adi Rahman Adiwoso mengatakan, pembangunan satelit PSN VI akan mengukuhkan posisi perusahaan sebagai penyedia layanan broadband terbesar di Indonesia. Langkah strategis ini juga merupakan bagian dari komitmen PSN untuk mendukung program kemandirian satelit Indonesia yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia serta mengoptimalkan peluang perusahaan satelit domestik untuk memenuhi kebutuhan data broadband di Indonesia yang sangat tinggi.

“Sebagai pionir perusahaan satelit di Indonesia, PSN terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan layanan satelit yang terus meningkat dengan menambah satelit-satelit baru dengan teknologi yang lebih canggih agar layanan komunikasi baik data maupun suara dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat Indonesia. Kami berharap layanan satelit PSN dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia dan ikut menggerakan perekonomian nasional,” kata Adi Rahman di Jakarta, Selasa (5/12).

PSN VI memiliki kapasitas transponder C Band dan Ku Band yang dapat menjangkau seluruh pelosok wilayah di Indonesia. Transponder C band rencananya akan digunakan untuk melayani kebutuhan cellular trunking dan komunikasi data perusahaan maupun lembaga pemerintahan di seluruh wilayah Indonesia.

Transponder Ku Band ditujukan untuk melayani kebutuhan internet kecepatan tinggi melalui satelit.  PSN VI akan memiliki kemampuan sebagai High Throughput Satellite (HTS) pertama di Indonesia yang dapat  memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional untuk alokasi spektrum yang sama.

Untuk meningkatkan kapasitas layanannya serta memberikan layanan yang cost effective bagi pelanggannya, PSN secara konsisten terus membangun satelit dengan teknologi-teknologi canggih.  PSN dengan dukungan dari PT Pintar Nusantara Sejahtera yang merupakan pemegang saham utama PSN, dan mitra strategis lainnya, juga sedang membangun Satelit Palapa-N1 yang direncanakan beroperasi pada 2020. PSN juga sedang merancang satelit PSN VII yang ditargetkan dapat melayani konsumen mulai tahun 2022. Dengan beroperasinya seluruh satelit tersebut, Grup PSN akan menjadi perusahaan penyedia layanan broadband satelit terbesar di Indonesia dengan kapasitas 130 Gbps.

Adi Rahman menjelaskan, perubahan gaya hidup dan aktvitas ekonomi masyarakat yang terus meningkat akan mendorong kebutuhan data melalui akses satelit broadband di Indonesia yang akan mencapai angka 160 Gbps di tahun 2020. Oleh karena itu, melalui pembangunan dan pengoperasian satelit-satelit baru, PSN berharap dapat mendukung proyek strategis nasional untuk menghilangkan digital gap dan memenuhi kebutuhan akses broadband internet.

“Satelit PSN VI ini merupakan infrastruktur penting untuk memenuhi kebutuhan jaringan komunikasi berupa data di Indonesia sebagai negara kepulauan. Satelit merupakan salah satu medium yang efisien untuk menjangkau wilayah yang sulit dan tidak dapat dilayani oleh jaringan infrastruktur terestrial seperti menggunakan fiber optic dan microwave link,” jelas Adi Rahman.

Meningkatnya jumlah kelas menengah dan semakin tinggi daya beli masyarakat Indonesia telah mendorong penggunaan internet semakin tinggi. Menurut lembaga riset pasar e-Marketer,  populasi pengguna internet di Indonesia melonjak dari 83,7 juta orang pada 2014 menjadi sekitar Rp 112 juta pada tahun 2017. Besarnya pengguna internet ini telah mendorong sektor e-commerce di Indonesia juga tumbuh pesat. Pada tahun 2020, Kementerian Komunikasi dan Informatika memperkirakan, potensi per  putaran uang dari sektor e-commerce akan US$ 130 Miliar atau sekitar Rp 1.775 triliun.

Menurut Adi Rahman, internet telah membawa perubahan dan peluang-peluang baru dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pembangunan dan pengoperasian satelit yang dilakukan PSN diharapkan dapat menciptakan multiplier effect ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

“Satelit adalah infrastruktur komunikasi dan telekomunikasi yang lebih efisien dengan jangkauan luas. Berbagai keunggulan inilah yang dapat dioptimalkan oleh masyarakat Indonesia untuk membangun peradaban dan kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Bill Brown, VP Regional EDC mengatakan,”EDC terus menyediakan solusi finansial untuk memperkuat hubungan  yang kian erat antara perusahaan teknologi terdepan Kanada dengan para pembeli dari Asia Tenggara. Transaksi PSN ini adalah contoh yang pas bagaimana pembiayaan dari EDC dapat membantu menciptakan hasil akhir yang positif bagi semua pihak, dan kami berharap untuk bisa melakukan lebih banyak deal-deal semacam ini di Indonesia,”

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara  menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kesepakatan kerja sama yang dilakukan PSN dengan EDC. “Pemerintah sangat mengapresiasi keterlibatan aktif pelaku usaha dan inisiatif yang dilakukan PSN bisa mewujudkan cita-cita pemerintah untuk menghubungkan seluruh wilayah Indonesia dengan internet, sehingga kegiatan ekonomi bertambah efisien,” kata Rudiantara.

 

Posted by ubiqu in Berita
PSN Raih Predikat Provider Internet terbaik

PSN Raih Predikat Provider Internet terbaik

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan Malam Penghargaan dan Apresiasi Kewajiban Pelaksanaan Universal/Universal Service Obligation (KPU/USO), Selasa (25/7), di Gedung Dhanapala, Jakarta Pusat. Acara ini bertujuan mengapresiasi kepada sekaligus mengevaluasi kinerja mitra pelaksana KPU/USO.

Kepala Badan Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) Anang Latif mengatakan, dana KPU/USO dipungut 1,25 persen dari pendapatan kotor operator telekomunikasi. Program ini berjalan sejak tahun 2005 untuk melengkapi pembangunan jaringan yang dilakukan operator. Semuanya dikembalikan lagi ke masyarakat, terutama di daerah tertinggal, terdepan, terbelakang (3T).

Penganugerahan mencakup 13 kategori bidang, mulai mitra operator seluler yang wajib membayar kontribusi sampai pemerintah daerah untuk program desa broadband terpadu.

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) terpilih sebagai mitra operator telekomunikasi seluler yang paling tertib bayar kewajiban dana KPU/USO. Setiap tahun perusahaan membayar Rp 100 miliar.

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) terpilih sebagai mitra penyedia layanan internet terbaik. PSN berhasil menyisihkan Telkom, Lintasarta, Iforte, Infokom, DTP dan Patrakom. Saat ini PSN memiliki 262 lokasi yang sudah terpasang.

Dalam kesempatan yang sama salah satu site PT.PSN berhasil mendapat penghargaan sebagai Mitra Pengelola Akses Internet Terbaik yaitu Desa Matutuang, Kecamatan Kepulauan Marore.

Dalam forum tersebut, Direktur Utama BPPPTI Anang Latif mengatakan “melalui kegiatan Apresiasi kepada mitra kerja ini, diharapkan seluruh entitas yang terlibat di dalam program KPU/USO akan semakin bersinergi di dalam meningkatkan akuntabilitas, efektivitas dan mutu program KPU/USO, serta mengoptimalkan pemasukan dari sektor Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk digunakan secara optimal bagi kepentingan masyarakat”.

Menkominfo Rudiantara mengemukakan, persentase pungutan dana KPU/USO akan dinaikkan hingga menjadi 3 persen. Tujuannya agar meningkatkan alokasi dana pembangunan di desa tertinggal, terdepan, terbelakang.

”Program Palapa Ring baru sebatas membangun jaringan tulang punggung. Jaringan akses sampai ke rumah tangga belum. Jadi, masih banyak pekerjaan rumah,” katanya.

Rudiantara menggambarkan lebih dari 10.000 kecamatan butuh jaringan akses internet. Lebih dari 200.000 sekolah memerlukan sambungan internet.

”KPU/USO akan terus dioptimalkan. Di sisi lain, saya mengusulkan satelit pemerintah untuk mengatasi kebutuhan jaringan akses. Proses pengadaannya ditargetkan selesai tahun 2021,” imbuh Rudiantara.

Berita lainnya tentang Penghargaan dan Apresiasi KPU/USO 2017 Kepada Mitra Kerja dapat dilihat pada portal berikut:

http://www.indotelko.com/kanal?c=in&it=bp3ti-desa-broadband

https://kominfo.go.id/content/detail/10175/siaran-pers-no-90hmkominfo72017-tentang-penghargaan-dan-apresiasi-kpuuso-2017-kepada-mitra-kerja/0/siaran_pers

 

Posted by vdp in Berita
UBIQU hadir di APKASI 2017

UBIQU hadir di APKASI 2017

Sebagai wujud untuk bersama meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah melalaui pemerataan jaringan informasi dan komunikasi dalm hal ini Internet, PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN) turut serta dalam acara APKASI OTONOMI EXPO (AOE) yang diselenggarakan oleh APKASI (Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia) di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan pada tanggal 19 – 21 Juli 2017.

AOE 2017 merupakan Even Pameran Tahunan Apkasi yang telah berlangsung selama 13 kali. Kegiatan yang menjadi pengganti Apkasi International Trade and Investment Summit (AITIS)/Indonesia Investment Week ini, merupakan upaya Apkasi dalam rangka ikut mensukseskan program pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah melalui perdagangan dan investasi.

Selain pameran dan business matching, even tahunan ini juga akan menggelar Semiloka peningkatan kapasitas terkait dengan peningkatan perdagangan dan investasi. Dengan dihadiri lebih dari 10.000 pengunjung potensial setiap tahunnya yang berasal dari kalangan pelaku usaha dan investor dalam dan luar negeri.

Pada pameran kali ini PSN hadir dengan membawa produk dan layanan terbarunya, ubiqu – layanan internet satelit broadband yang dapat digunakan di seluruh Indonesia bahkan di daerah pelosok sekalipun yang tidak memiliki infrastruktur internet yang baik. ubiqu menempati boorh No. 87 – 107 di Hall A, JCC Senayan.

ubiqu adalah solusi internet yang dapat digunakan untuk pemerataan akses internet di desa atau daerah yang belum terjangkau jaringan internet yang memadai. Menggunakan teknologi satelit dan perangkat terbaru yang lebih kecil, ubiqu memiliki akses bandwidth internet besar hingga 10 Mbps. Cocok digunakan untuk pemerintahan desa, sekolah, perusahaan di daerah-daerah pelosok.

Untuk mendukung program pemerintah dan Apkasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah ini, ubiqu hadir dengan memberikan paket penawaran berlangganan internet untuk desa dengan harga yang terjangkau. Hanya dengan Rp. 13.5 juta rupiah (termasuk PPN, belum termasuk pengiriman dan pemasangan), desa sudah mendapatkan akses Internet selama 1 tahun dengan quota hingga 8 GB/bulan, domain desa dan web desa gratis di tahun pertama.

Untuk informasi lebih lanjut, segera kunjungi  booth ubiqu di APKASI OTONOMI EXPO 2017, 19 – 21 Juli 2017, JCC Senayan, Hall A, Booth No 87-107, atau hubungi kami.

Posted by ubiqu in Berita